LITERATURE REVIEW: PENGARUH KONSELING APOTEKER TERHADAP TINGKAT PENGETAHUAN PASIEN DIBETES MELITUS TIPE 2 MENGGUNAKAN DKQ-24

  •  siti aisyah siti aisyah Stikes Abdurahman Palembang
  •  Sami Hatus Salwa
  •  Virgia Mahfeliza
  •  sri Hidyati
Keywords: Apoteker, Diabetes Melitus Tipe 2, DKQ-24, Pengetahuan

Abstract

Rendahnya pengetahuan pasien mengenai Diabetes Melitus Tipe 2 (DMT2) menjadi hambatan utama dalam keberhasilan manajemen terapi jangka panjang. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi pengaruh intervensi Komunikasi, Informasi, dan Edukasi (KIE) serta konseling apoteker terhadap tingkat pengetahuan, kepatuhan terapi, dan kontrol glikemik pada pasien DMT2. Metode penelitian yang digunakan adalah literature review dengan pendekatan PRISMA. Penelusuran literatur dilakukan pada basis data Google Scholar dan PubMed untuk artikel publikasi rentang tahun 2015–2026, hingga diperoleh 5 artikel utama yang memenuhi kriteria inklusi. Hasil sintesis data menunjukkan bahwa intervensi edukasi terstruktur menggunakan kuesioner Diabetes Knowledge Questionnaire (DKQ) memberikan pengaruh signifikan terhadap peningkatan domain kognitif pasien (Wilcoxon Test, ), di mana profil pengetahuan kurang (72%) berhasil ditekan menjadi 0% pada fase posttest. Peningkatan pemahaman tertinggi tercatat pada indikator komplikasi penyakit (83%), sedangkan aspek self-care management menunjukkan kenaikan moderat (65%). Internalisasi kognitif ini berkorelasi linear dengan lonjakan kepatuhan minum obat dari 31,4% menjadi 73,5% (), yang secara kausalitas berdampak nyata pada perbaikan parameter biologis berupa penurunan bermakna pada kadar Gula Darah Puasa () dan nilai HbA1c (). Kesimpulannya, intervensi KIE dan konseling interaktif oleh apoteker efektif meningkatkan pemahaman klinis pasien, memotong mata rantai ketidakpatuhan regimen obat, dan berkontribusi langsung terhadap pencapaian stabilitas kontrol metabolik jangka panjang pada penderita DMT2.

References

American Diabetes Association. (2023). Standards of care in diabetes— 2023. Diabetes Care, 46(Suppl. 1), S1-S291.
Butar Butar, et al. (2025). Evaluasi efektivitas konseling obat dan KIE terhadap kepatuhan terapi pasien diabetes melitus di Apotek Kimia Farma 27 Medan. JPCAM Journal of Pharmaceutical Care Anwar Medika), 1(2),
Cahyaningsih, et al. (2024). Studi validasi dan evaluasi edukasi komprehensif berkelanjutan dan perubahan klinis pasien diabetes melitus tipe 2. The Science of Diabetes Self-Management and Care, PubMed ID: 39425573.
Notoatmodjo, S. (2014). Ilmu perilaku kesehatan. Rineka Cipta.
Pangestuningtyas. (2021). Hubungan tingkat pengetahuan dengan keberhasilan terapi pada pasien diabetes melitus tipe 2.
Rumagita, F. C. D., Citraningtyas, G., & Rundengan, G. E. (2024). Pengaruh pemberian KIE terhadap tingkat pengetahuan pasien diabetes melitus di RSU GMIM Tonsea Airmadidi.
Wahidin, M., et al. (2024). Proyeksi epidemiologis dan beban penyakit diabetes melitus di Indonesia hingga tahun 2045. Jurnal Kesehatan Nasional.
Published
2026-07-31
How to Cite
siti aisyah, siti, Salwa, S., Mahfeliza, V., & Hidyati, sri. (2026). LITERATURE REVIEW: PENGARUH KONSELING APOTEKER TERHADAP TINGKAT PENGETAHUAN PASIEN DIBETES MELITUS TIPE 2 MENGGUNAKAN DKQ-24. JURNAL FARMASI ABDURAHMAN, 1(2), 48-55. Retrieved from https://www.ejournal.stikesabdurahman.ac.id/index.php/JFA/article/view/376