ANALISIS DAMPAK PERNIKAHAN DINI TERHADAP KESEHATAN REPRODUKSI DI KABUPATEN EMPAT LAWANG

  •  Vika Tri Zelharsandy STIKes Abdurahman Palembang
Keywords: Pernikahan dini, kesehatan reproduksi

Abstract

 

Pernikahan dini adalah pernikahan yang dilakukan di bawah usia produktif yaitu < 20 tahun, yang dianggap sebagai usia seorang perempuan belum siap secara fisiologis dan psikologis (mental belum siap dan mengerti tentang hubungan seks sehingga akan menimbulkan trauma psikis berkepanjangan dalam jiwa anak yang sulit disembuhkan). Kesehatan reproduksi adalah keadaan sejahtera fisik, mental, dan able secara utuh (tidak semata-semata bebas dari penyakit atau kecacatan dalam semua hal yang berkaitan dengan able reproduksi, serta fungsi dan prosesnya. Tujuan penelitian ini untuk menganalisis dampak pernikahan dini terhadap kesehatan reproduksi. Metode yang digunakan yaitu penelitian kualitatif dengan pendekatan fenomenologi dengan cara non-probability yaitu secara purposive sampling. Penelitian ini menggunakan informan sebanayak 5 orang yang terdiri 3 informan yang mengalami dampak kesehatan reproduksi, 1 informan ahli kebidanan dan 1 informan ahli gizi. Pengumpulan data indepth interview (Synchronous Interview) dan menggunakan analisis Miles dan Humbermen. Hasil penelitian didapatkan bahwa informan ibu  mengalami masalah kesehatan reproduksi. Kesimpulan dari penelitian ini yaitu secara biologis alat-alat reproduksi masih dalam proses menuju kematangan pada remaja yang berusi < 20 tahun, sehingga belum siap untuk melakukan hubungan seks dengan lawan jenisnya, apalagi jika sampai hamil kemudian melahirkan. Jika dipaksakan justru akan terjadi berbagai masalah kesehatan baik bagi ibu maupun bagi janinnya.

 

Marriage young is a marriage carried out under the productive age of 20 years, which is considered the age of a woman who is not physiologically and psychologically ready (mentally not ready and understanding about sex so that it will cause prolonged psychological trauma in the child's soul which is difficult to heal) . Reproductive health is a state of complete physical, mental and social well-being (not merely free from disease or disability in all matters relating to the reproductive system, as well as its functions and processes). The purpose of this study is to analyze the impact of early marriage on reproductive health. The method used is qualitative research with a phenomenological approach with a non-probability method, namely purposive sampling. This study used 5 informants consisting of 3 informants who experienced reproductive health impacts, 1 obstetrician and 1 nutritionist. Data collection using In-depth interview (Synchronous Interview) and using Miles and Humbermen analysis.  The results of the study found that mothers who married young experienced reproductive health problems. The conclusion of this study is that biologically the reproductive organs are still in the process of reaching maturity in adolescents aged < 20 years, so they are not ready to have sex with the opposite sex, especially if they get pregnant and then give birth. If it is forced, it will cause various health problems for both the mother and the fetus.

References

Ahmad, M. (2020) Buku Ajar Kesehatan Reproduksi. Bandung: MEDIA SAINS INDONESIA.
Akbar, H. et al. (2021) Teori Kesehatan Reproduksi. Yayasan Penerbit Muhammad Zaini. Available at: https://www.google.co.id/books/edition/Teori_Kesehatan_Reproduksi/ZYo5EAAAQBAJ?hl=id&gbpv=0.
Ariesta, R. (2018) ‘Hubungan Antara Umur dan Paritas dengan Kejadian Preeklamsi’, 7(1), pp. 400–413.
Astutik, R. Y. and Ertiana, D. (2018) Anemia dalam Kehamilan. Jawa Timur: CV. Pustaka Abadi. Available at: https://www.google.co.id/books/edition/Anemia_dalam_Kehamilan/6tisDwAAQBAJ?hl=id&gbpv=1&dq=anemia+pada+ibu+hamil&printsec=frontcover.
Dai, N. F. (2021) Anemia dalam Kehamilan. Jawa Tengah: NEM. Available at: https://www.google.co.id/books/edition/ANEMIA_PADA_IBU_HAMIL/nX4xEAAAQBAJ?hl=id&gbpv=0.
Dielsa, M. F. (2020) ‘Hubungan Usia dan Status Gravida Ibu dengan Kejadian Preeklampsia di RSI Ibnu Sina Simpang Ampek Pasaman Barat’, Jurnal Bidan Komunitas, 3(2), pp. 80–85. doi: 10.33085/jbk.v3i2.4615.
Ehrlich, H., McKenney, M. and Elkbuli, A. (2020) ‘Protecting our healthcare workers during the COVID-19 pandemic’, American Journal of Emergency Medicine, 38, pp. 1527–1528. doi: 10.1016/j.ajem.2020.04.024.
Fajriana, A. and Buanasita, A. (2016) ‘Faktor risiko yang berhubungan dengan kejadian bayi berat lahir rendah di kecamatan semampir surabaya’, (2018), pp. 71–80. doi: 10.20473/mgi.v13i1.71.
Handayani, E. Y. (2015) ‘Hubungan Umur dan Paritas dengan Kejadian Abortus’, 1(6), pp. 249–253.
Hapisah and Rizani, A. (2015) ‘Kehamilan Remaja Terhadap Kejadian Anemia di Wilayah Puskesmas Cempaka Kota Banjarbaru’, Jurnal Vokasi Kesehatan, 1(4), pp. 114–118.
Ipa, M. and Kasnodihardjo (2014) Buku Seri Etnografi Kesehatan 2014. Balutan Pikukuh Persalinan Baduy Etnik Baduy Dalam Kabupaten Lebak. Balitbangkes.
Irianto, K. (2015) Kesehatan Reproduksi. Bandung: Alfabeta.
Kartikawati, R. (2015) ‘Dampak Perkawinan Anak di Indonesia’, Jurnal Studi Pemuda, 3(1), pp. 1–16.
Kristianingsih, A., Mukhlis, H. and Ermawati, E. (2020) ‘Faktor-faktor yang berhubungan dengan kejadian perdarahan postpartum di RSUD Pringsewu’, Journal Wellnes, 2(February), pp. 309–313. Available at: https://wellnes.journalpress.id/wellnes.
Kusmiran, E. (2014) Kesehatan Reproduksi Remaja dan Wanita. Jakarta: Salemba Medika.
Lestari, W. and Fitrianti, Y. (2017) ‘Age session in court phenomena associated with low birth weight infants in Sidengok Village, Pejawaran sub district , Banjarnegara district’, Buletin Penelitian Sistem Kesehatan, 20(2), pp. 59–66.
Maliana Andesia (2016) ‘Faktor yang Berhubungan dengan Kejadian Abortus Inkomplit di Ruang Kebidanan RSUD Mayjend HM Ryacudu Kota Bumi’, Jurnal Kesehatan, VII(1), pp. 17–25.
Mardalena and Apriani, S. (2019) ‘Penyuluhan Tentang Dampak Pernikahan Dini Pada Kesehatan Reproduksi Di Sma 1 Sungsang Kabupaten Banyuasin’, STIKes Muhammadiyah Palembang, 8(March), pp. 110–118.
Maudina, L. D. (2019) ‘Dampak Pernikahan Dini Bagi Perempuan’, HARKAT, 8(5), p. 55.
Maya, A., Andriani, R. and Priyanti, E. (2019) ‘Pendidikan Kesehatan Tentang Dampak Pernikahan Dini Terhadap Kehamilan Remaja di SMA Negeri 14 Palembang’, 2, pp. 24–30.
Mulyani, E., Handajani, D. O. and Safriana, R. E. (2020) Buku Ajar Kesehatan Reproduksi Wanita. Malang: Literasi Nusantara.
Oktariza, R., Flora, R. and Zulkarnain, M. (2020) ‘Gambaran Anemia Pada Kejadian Perdarahan Post Partum’, JAMBI MEDICAL JOURNAL ‘Jurnal Kedokteran dan Kesehatan’, 8(1), pp. 15–18. doi: 10.22437/jmj.v8i1.9421.
Puspasari, H. W. and Pawitaningtyas, I. (2020) ‘Masalah Kesehatan Ibu Dan Anak Pada Pernikahan Usia Dini Di Beberapa Etnis Indonesia; Dampak Dan Pencegahannya’, Buletin Penelitian Sistem Kesehatan, 23(4), pp. 275–283. doi: 10.22435/hsr.v23i4.3672.
Rohmatin (2018) Mencegah Kematian Neonatal dengan P4K. Malang: Unidha Press.
Saadah, M., Respati, S. H. and Aristin, O. P. (2016) ‘Multilevel Analysis on the Risk Factors of Post Partum Hemorrhage in Bondowoso, Central Java’, Journal of Maternal and Child Health, 01(04), pp. 205–213. doi: 10.26911/thejmch.2016.01.04.01.
Suryaningsih, M. and Santosa, H. (2019) ‘Hubungan keguguran dan anemia dengan pernikahan usia muda di desa hapesong lama’, 3(1), pp. 37–44.
Ulfa, F. and Handayani, O. W. K. (2018) ‘Higeia Journal of Public Health’, Higeia Journal of Public Health Research and Development, 2(2), pp. 227–238.
UNICEF (2020) Pencegahan Perkawinan Anak Percepatan yang Tidak Bisa Ditunda. Badan Pusat Statistik.
Published
2022-03-30
How to Cite
Zelharsandy, V. (2022). ANALISIS DAMPAK PERNIKAHAN DINI TERHADAP KESEHATAN REPRODUKSI DI KABUPATEN EMPAT LAWANG. JURNAL KESEHATAN ABDURAHMAN, 11(1), 31-39. https://doi.org/10.55045/jkab.v11i1.136